Trik Biar Transmisi Mobil Awet



Jakarta - Transmisi mobil merupakan salah satu poin penting di kendaraan. Namun sering kali pemilik menyepelekan yang satu ini. Yuk mari kita merawat transmisi. Caranya bagaimana?
Penggantian oli transmisi harus dilakukan secara rutin sesuai buku service.

Jika tidak dilakukan dengan rutin, tarikan mesin akan terasa berat dan dapat merusak komponen transmisi. Selain itu, penggantian oli transmisi menggunakan oli standar menjadi komponen tersendiri.

Penggantian oli sebaiknya menggunakan oli berkualitas asli untuk menjamin keawetan transmisi.
Beberapa hal lain yang perlu diperhatkan terkait dengan transmisi meliputi pemeriksaan level secara berkala, pengecekan kebocoran, penggantian filter oli (pada transmisi otomatis).

Pemeriksaan level oli secara berkala ketika akan digunakan beraktifitas berguna untuk mengecek level standar oli.

Kekurangan oli dapat menyebabkan kerusakan pada komponen transmisi. Pada transmisi manual dan otomatis, pengecekan kebocoran oli berguna untuk mengetahui kondisi kendaraan.

Kebocoran oli dapat menyebabkan berkurangnya atau habisnya level Oli yang menjadikan transmisi rusak.

Pada transmisi otomatis, penggantian filter oli juga harus diperhatikan untuk menghindari adanya kerusakan pada komponen transmisi.

Para pengguna mobil tentunya sudah terbiasa dengan penggunaan transmisi manual. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas komponen.

Salah satunya adalah jangan membiasakan memasukkan gigi pada saat parkir. Hal tersebut merupakan tindakan tidak safety dan dapat merusak komponen transmisi.

Selain itu, pada transmisi manual jangan membiasakan mendorong mobil pada saat aki soak, tetapi gunakan kabel jumper untuk menghidupkannya. Alasannya, kebiasaan menghidupkan mesin dengan didorong dapat merusak komponen transmisi manual.

Sedangkan untuk transmisi otomatis, berikut ini beberapa tips penggunaannya:
Pada transmisi otomatis, posisi 1 atau L untuk tanjakan dan turunan curam.

Pada transmisi otomatis, posisi 2 untuk tanjakan dan turunan tidak begitu curam.

Pada transmisi otomatis, posisi 3 dan D sama, tetapi Over Drive berfungsi pada D.

Over Drive O/D, digunakan dalam kecepatan tinggi dalam waktu lama, berfungsi untuk menurunkan putaran mesin sehingga dapat menurunkan konsumsi bahan bakar.

Posisi P (Parking), digunakan pada saat kendaraan parkir, berfungsi untuk safety.

Pada saat lampu merah, posisi D digeser ke N untuk safety dan merawat transmisi otomatis.

Untuk kendaraan transmisi otomatis apabila mogok di jalan, direkomendasikan untuk menggunakan car carrier (digendong), untuk mencegah rusaknya transmisi otomatis.

Comments

Popular Posts